Post

BAGAIMANA PROSES TRANSAKSI RIBA TERJADI DALAM KPR INI PROSESNYA

18 November 2018

BAGAIMANA PROSES TRANSAKSI RIBA TERJADI DALAM KPR   INI PROSESNYA

Pelaku Riba Ditantang Perang Oleh Allah dan RasulNya

Pertama, kita harus paham dulu tentang apa itu RIBA.

Rasulullah SAW bersabda : “ Setiap Hutang Piutang yang menghasilkan suatu MANFAAT maka itu termasuk salah satu bentuk RIBA.” (HR Baihaqi).

Manfaat disini berupa TAMBAHAN atau KELEBIHAN. Secara syar’ie RIBA bermakna setiap tambahan atau keuntungan yang diambil terhadap suatu hutang piutang sebagai imbalan terkait waktu. Inilah RIBA NASI’AH

Rasulullah SAW bersabda : Jika seseorang menghutangkan uang kepada orang lain, janganlah ia menerima hadiah (darinya).” (HR Bukhari)

“Manfaat yang ditarik dari hutang adalah salah satu cabang dari RIBA.” (HR Baihaqi) “

"Kamu hidup di dalam sebuah negeri dimana RIBA tersebar luas. Karena itu, jika salah seorang berhutang kepadamu dan ia memberikan sekeranjang rumput atau gandum atau jerami, janganlah kamu terima, karena itu adalah RIBA.” (HR Bukhari) “

"Jika salah seorang di antara kalian memberi hutang (qardh), lalu ia diberi hadiah (oleh pengutang) atau si pengutang membawanya di atas kendaraannya maka jangan ia menaikinya dan jangan menerima hadiah itu, kecuali yang demikian itu biasa terjadi di antara keduanya sebelum utang- piutang itu” (HR. Ibnu Majah) 

"Jika salah seorang di antara kalian memberi hutang (qardh), dan sipenghutang menawarkan kepadamu makanan, maka janganlah kamu menerimanya. Dan jika penghutang menawarkan tunggangan, janganlah ia menerimanya, kecuali yang demikian itu sudah biasa terjadi di antara keduanya sebelum utang-piutang itu.” (HR. Baihaqi)

Pertanyaannya kemuadian adalah apakah BUNGA = RIBA yang sering dipraktekkan selama ini dilembaga keuangan ?? maka jawabannya Iya, jika kita simpulkan dari hadist-hadist di atas. Tidak ada penafsiran lain.

Kedua, Kaitannya dengan KPR, bagaimana prosesnya hingga menjadi transaksi RIBA ??

Begini, dalam transaksi KPR baik KPR konvensional maupun KPR Bank Syariah pasti selalu melibatkan 3 (tiga pihak). Pihak pertama adalah penjual dalam hal ini adalah developer, pihak kedua adalah pembeli (buyer) dan pihak ketiga adalah lembaga keuangan (Bank). Pihak pertama selaku penjual didatangi oleh pihak kedua selaku pembeli untuk melakukan transasksi jual beli.

Karena pihak kedua (pembeli) tidak mampu untuk membeli cash maka yang dibayar kepada penjual (developer) hanya down payment (DP) kepada penjual (developer). Bagaimana dengan sisanya ? Developer akan mengarahkan pihak pembeli untuk berkoordinasi dengan bank. Bank lalu membayarkan sang pembeli itu secara lunas kepada developer.

Pada titik ini, secara otomatis pembeli menjadi nasabah yang memiliki hutang kepada bank. Pembeli pun membayar utangnya secara kredit kepada bank disertai bunga.

Nah, disinilah transaksi RIBAWI itu muncul. Paham ???? Paham ???? Kedua, model transaksi tiga pihak diatas, dalam KPR yang umum terjadi lembaga keuangan biasanya menggunakan DENDA jika pembeli terlambat membayar cicilan setiap bulan. Tidak ada ampun. Tidak ada kompromi. Padahal, DENDA merupakan jenis RIBA (riba JAHILIYAH).

Imam ath-Thabari ketika menafsirkan QS 2 : 275, sbb :

“ Bahwa Riba Jahiliyyah adalah seseorang membeli sesuatu sampai tempo tertentu yang disepakati, dan jika telah jatuh tempo dan ia belum memiliki uang untuk membayarnya, maka ia menambah (pembayarannya) dan mengakhirkan dari jatuh temponya.”

Itulah proses transaksi RIBAWI terjadi dalam KPR terjadi. Bagaimana dengan Developer Property Syariah ???

#TanpaRIBA

#TanpaBUNGA

#TanpaDENDA

Akadnya hanya 2 pihak bukan 3 pihak. Pembeli mencicil langsung kepada developer TANPA melibatkan bank. Dalam proses ini tidak ada DENDA sebagaimana dalam KPR pada umumnya.

NB. : "Umat islam tidak akan berdosa jika tidak punya rumah. Tapi, sebaliknya umat akan berdosa jika memiliki rumah pakai cara RIBA".



Tags:

tanpa riba

Comment (0)

Leave a Comment